Tiga Guru Besar AKK FKM Unhas Presentasi di Forum Internasional

Prof Dr Indar, SH, MPH; Prof Dr Amran Razak, SE, MSc; dan Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD.

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Tiga Guru Besar Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) FKM Unhas presentasi pada The 3rd International Conference on Environmental Risks and Public Health (ICER-PH) 2018 yang diselenggarakan oleh Departmen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang berlangsung di Hotel Harper Makassar, 27 Oktober 2018.

Mereka adalah Prof Dr Indar, SH, MPH; Prof Dr Amran Razak, SE, MSc; dan
Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD.

Presentasi Prof. Indar berjudul Analysis of Management System of Healthy Lorong Program in Makassar City. Ia mengatakan bahwa program tersebut telah dikembangkan di Makassar sejak 2015 dan terdapat lorong sehat hingga 2017.

“Program lorong sehat ini dikembangkan dengan pendekatan kesehatan keluarga yang merupakan program nasional misalnya keluarga berencana, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi memperoleh imunisasi dasar, bayi memperoleh ASI dan penderita TB memperoleh pengobatan menurut standard,” jelas Prof Indar.

Sementara Prof Amran menyampaikan topik mengenai Economic Burden of Cancer Patients at Hasanuddin University Teaching Hospital. Ia menjelaskan bahwa kanker termasuk penyakit katastropik dengan karakteristik membutuhkan biaya tinggi dan jumlah pasien yang banyak yang memiliki risiko kematian.

Prof Amran menambahkan,  mestinya Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan program prioritas mengenai kabupaten/kota sehat ini.

Selanjutnya, Prof Sukri mengkaji mengenai re-standardisation Makassar Healthy City based on Local Needs. Prof Sukri menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan suatu kebijakan atau peraturan mengenai Healthy Cities yaitu Peraturan Bersama antara Kementerian Dalam Negeri dan Kementrian Kesehatan pada tahun 2015.

“Peraturan tersebut sebagai payung penyelenggaraan yang berlaku secara nasional sementara masalah dan sumber daya yang dimiliki berbeda. Karena itu penelitian tersebut menghasilkan temuan dan rekomendasi yaitu revisi standar dan indikator Makassar Healthy Cities,” terang Prof Sukri

Editor: Ibhel