Dekan Kesehatan se-Unhas Siap Bantu Pemerintah Tangani Kematian Ibu dan Anak

Foto bersama dekan kesehatan se-Unhas dengan Gubernur Sulawesi Selatan (tengah).[Foto: /Ist]
Foto bersama dekan kesehatan se-Unhas dengan Gubernur Sulawesi Selatan (tengah).[Foto: /Ist]

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan keseriusannya dalam menangani masalah angka kematian ibu dan bayi serta penurunan prevalensi stunting di Sulawesi Selatan. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU dengan Dekan Fakultas Kesehatan se-Unhas di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan saat upacara sebagai rangkaian Hari Kesehatan Nasional yang dilaksanakan 13 November 2018.

Dalam penandatanganan tersebut, hadir Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof Budu, PhD Sp M(K); Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Prof Dr Bahruddin Thalib, MKes., Sp Pros; Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dr Aminuddin Syam, SKM MKes., MMed Ed; Dekan Fakultas Keperawatan, Dr Ariyanti Saleh, SKep., MSi dan Dekan Fakultas Farmasi, Prof Dr Gemini Alam, MSi. Para dekan tersebut siap membantu berdasarkan kompetensi dan profesi yang dimilikinya.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Dr Ir H M Nurdin Abdullah, menyampaikan bahwa, sehat-sakit adalah outcome dari pembangunan kesehatan. Pendekatan keluarga harus diperkuat demi mewujudkan Indonesia Sehat. Manajemen Puskesmas dan Germas perlu diperkuat untuk mencegah seseorang jatuh sakit.

Baca Juga :   Panel Kolaborasi dalam AICIS 2019 Ulas Peternakan Broiler NON-AGP

“Kita memiliki tugas berat dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Selatan demikian pula prevalensi stunting,” kata mantan Bupati Bantaeng itu.

Sementara itu, Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan kesiapan FKM Unhas dalam membantu pemerintah daerah dalam hal ini dinas kesehatan untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Kami memiliki sumber daya doktor dan Profesor, bahkan mahasiswa yang siap membantu. Kami mengusulkan 1 SKM 1 desa atau sarjana gizi yang siap ditempatkan di desa dan tinggal bersama masyarakat untuk memantu masalah kesehatan masyarakat,” tutupnya. (FP)